Friday, October 11, 2013

Makalah Zoologi Invertebrata (Gastropoda)

BAB I

PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang

Filum Mollusca adalah hewan invertebrata yang bertubuh lunak. Mollusca adalah kelompok hewan terpenting dan terbesar di dunia hewan. Lebih dari 100.000 jenis mollusca tersebar di berbagai tempat mulai dari puncak gunung, sungai, danau, daratan, pantai, hingga dalam laut. Hewan ini kebanyakan memiliki cangkang, yaitu kerangka keras yang merupakan rumah dan pelindung tubuhnya yang lunak. Cangkang dihasilkan oleh selaput penutup tubuhnya yang lunak. Cangkang dihasilkan oleh selaput penutup tubuhnya yang disebut selubung. Mollusca memiliki kaki yang berotot. Kaki ini digunakan untuk bergerak. Beberapa spesies mollusca, menggunakan kaki berotot ini untuk menggali pasir tempat tinggalnya atau untuk melekat pada permukaan batu.
Pada makalah ini kami akan membahas kelompok gastropoda yang termasuk dalam filum mollusca. Gastropoda merupakan kelas Mollusca yang terbesar dan populer. Ada sekitar 50.000 jenis/spesies Gastropoda yang masih hidup dan 15.000 jenis yang telah menjadi fosil. Karena banyaknya jenis Gastropoda, maka hewan ini mudah ditemukan. Kelas gastropoda memiliki keanekaragaman habitat yang sangat luas. Gastropoda umumnya hidup di laut tetapi ada sebagian yang hidup di darat. Beberapa jenis juga bisa ditemukan di danau, sungai, selokan kecil, muara, intertidal yang berbatu atau berpasir, laut, bahkan di gurun pasir juga ada. Ditemukannya Gastropoda di berbagai macam habitat, dapat disimpulkan bahwa Gastropoda merupakan kelas yang paling sukses di antara kelas yang lain. Anatomi, perilaku, makan dan adaptasi reproduksi dari gastropoda sangat bervariasi antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya.

B.       Rumusan Masalah

1.      Apa ciri-ciri umum gastropoda ?
2.      Bagaimana struktur tubuh gastropoda ?
3.      Bagaimana fisiologi pada tubuh gastropoda ?
4.      Dimana saja habitat gastropoda ?
5.      Apa peranan gastropoda ?
6.      Apa saja klasifikasi gastropoda ?

C.      Tujuan

1.    Agar  mengetahui ciri-ciri umum gastropoda.
2.    Mengetahui struktur tubuh gastropoda.
3.    Mengetahui bagaimana fisiologi pada tubuh gastropoda.
4.    Mengetahui dimana saja habitat gastropoda.
5.    Mengetahui peranan gastropoda.
6.    Mengetahui klasifikasi gastropoda.
      

BAB II

PEMBAHASAN


A.      Ciri-Ciri Umum Gastropoda




           Nama Gastropoda berasal dari bahasa Latin gaster yang berarti perut  dan podos yang berarti kaki, jadi, gastropoda berarti kelompok hewan invertebra, bertubuh lunak, yang berjalan dengan perut sebagai alat gerak atau kakinya. Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an surah An Nuur ayat 45 :

Artinya : Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. An-Nuur : 45)
 Hewan kelas gastropoda umumnya bercangkang tunggal, yang terpilin membentuk spiral, tempat ini adalah pelindung bagi gastropoda. Dia akan menarik diri ke dalam cangkangnya jika merasa terancam. Cangkang spiral biasanya menunjukan umurnya dan cangkang itu tumbuh dari ujung yang terbuka. Beberapa jenis diantaranya tidak mempunyai cangkang. Kepala jelas, umumnya dengan dua pasang tentakel, mata dan mulut berisi radula yang mirip parutan bergigi yang terbuat dari zat tanduk, gastropoda menggunakan radulanya untuk merumput pada alga atau tumbuhan. Sebagian besar hewan ini makan tumbuh-tumbuhan, namun beberapa kelompok adalah pemangsa,  dan radula dimodifikasi untuk membor lubang pada cangkang mollusca lain atau utuk merobek jaringan hewan yang kuat dan keras. Pada keong kerucut, geligi radula membentuk anak panah beracun yang terpisah, yang dapat menembus mangsa, termasuk ikan. Gastropoda memiliki kaki lebar dan pipih untuk merangkak setapak demi setapak dengan perlahan dengan gerakan seperti riak dari kaki yang memanjang.

B.       Struktur Tubuh Gastropoda

Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek. Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang. Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau. Kakinya lebar pipih dan selalu basah berguna untuk berpindah secara merayap. Kaki sebenarnya merupakan perut yang tersusun oleh otot yang sangat kuat dan dapat bergerak bergelombang.  Gatropoda ada yang memiliki cangkang tunggal, ganda, atau tanpa cangkang. Cangkang di tutup oleh epifragma. Di bagian dalam cangkang terdapat mantel yang membungkus seluruh tubuh gastropoda. Mantel ini tebal, kecuali pada bagian dekat kaki biasanya tipis. Mantel berfdungsi menghasilkan ekskresi untuk membentuk cangkang baru.






Pada umumnya cangkang siput yang hidup di laut lebih tebal dibandingkan dengan siput darat, hal ini dikarenakan banyak sekali kapur yang dihasilkan oleh binatang bunga karang yang hidup di laut. Munculnya warna pada cangkang juga dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Pada perairan yang dangkal biasanya cangkang berwarna sangat terang, sedangkan pada perairan yang dalam cangkangnya biasanya lebih gelap. Pada mulut gastropoda terdapat lidah parut dan gigi rahang.

C.      Fisiologi Gastropoda

1.      Sistem Gerak

Cangkoknya berbentuk  kerucut terpilin dengan arah ke kanan atau ke kiri. Alat gerak hewan ini adalah otot perut yang berkontraksi secara bergelombang dari depan ke belakang sambil menghasilkan lendir. Hal ini juga sesuai dengan ayat Al-Qur’an surah As-Syuura ayat 29 :

Artinya : Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.(Q.S. As-Syuura : 29)

2.      Sistem Respirasi

Alat respirasi Gastropoda berupa insang bagi yang hidup di air dan paru pulmonum bagi yang hidup di darat. Di samping itu, kadang-kadang rongga mantel juga dapat melakukan fungsi respirasi. Pulmonum merupakan jalinan antara pembuluh-pembuluh darah yang berhubungan langsung dengan jantung.

3.      Sistem Pencernaan

 

Alat pencernaannya terdiri atas mulut dengan lidah perut (radula), gigi rahang, kerongkongan, kelenjar ludah, tembolok, lambunng, kelenjar pencernaan, usus dan anus. Saluran pencernaan berbentuk huruf U. Makanan dipotong-potong oleh rahang tanduk dan dikunyah oleh radula dan dibasahi dengan lender dari kelenjar ludah. Kemudian makanan dutelan ke kerongkongan dan berturut-turut menuju tembolok, lambung, Di dekat lambung terdapat hati yang berwarna kecoklatan. Hati melingkar-lingkar menuju ke cangkang dan mengikuti belitan cangkang, lalu zat sisa dibuang lewat anus yang terdapat di kepala. Makanannya yang banyak mengandung calsium carbonat dan pigment masuk ke dalam plasma darah dan diedarkan ke seluruh tubuh, kemudian calsium carbonat serta pigmen tersebut diserap oleh mantle, dan kemudian mantle ini mengeluarkan sel-sel yang dapat membentuk struktur cangkang serta corak warna pada cangkang. Tergantung dari pada faktor keturunan, struktur cangkang dapat dibuat tonjolan-tonjolan ataupun duri-duri. Jadi mantel tersebut merupakan arsitek dalam pembentukan struktur serta corak warna dari cangkang. Alat ekskresi berupa nefridia (ginjal) terdapat di dekat jantung dan saluran ureternya terletak di dekat anus. Ginjal ini memiliki saluran ekskresi yang bermuara pada mantel.

4.      Sistem Reproduksi

 

Artinya : (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (Q.S. As-Syuura : 11)
Gatropoda ada yang bersifat hermafrodit dengan alat reproduksinya berupa adalah ovotestis yang dapat menghasilkan sperma dan ovum. Sebagai contoh hewan gastropoda siput berkembang biak dengan kawin dan bersifat hemaprodit, tetapi tidak mempu melakukan autofertilisasi. Alat reproduksinya disebut ovotestis, yaitu suatu badan penghasil ovum dan sperma. Sperma yang dihasilkan akan diteruskan ke saluran sperma., ditampung dalam kantung sperma dan dikeluarkan melalui alat kawin. Sedangkan sel telur yang dihasilkan akan diteruskan ke saluran telur, reseptakel seminal, dan akhirnya keluar melalui lubang kelamin.

Walaupun Gastropoda merupaka organisme hemaprodit, agar terjadi reproduksi tetap diperlukan dua individu. Untuk melakukan pembuahan harus didahului dengan kopulasi. Gastropoda saling mendekat dan saling memasukkanpenis masing-masing ke lubang kelamin pasangannya untuk memindahkan sperma.
Ovotestis menghasilkan sperma yang disalurkan ke vasa deferensia dan akhirnya masuk ke vagina hewan lain dengan perantaraan penis yang dapat dikeluarkan dari lubang genital. Ovotestis juga menghasilkan sel telur. Sel telur ini dibawa lewat saluran hermafroditus untuk mendapat albumin, kemudian ke uterus lalu ke oviduk; di oviduk sel telur dibuahi sperma hewan lain. Setelah itu keduanya berpisah dan masing-masing Gastropoda meletakkan telur yang telah dibuahi dan dilindungi oleh zat gelatin pada tempat yang gelap.
Telur yang dibuahi akan terlindung oleh cangkang kapur, diletakkan di atas bebatuan atau sampah. Karena pengaruh suhu lingkungan, telur akan menetas. Ketika masih berbentuk larva, tubuh Gastropoda bersimetri bilateral, tetapi setelah dewasa tubuhnya mengalami pembengkokan sehingga menjadi tidak simetri (asimetri).

5.     Sistem Peredaran Darah

System peredaran darahnya terbuka dengan jantung dan saluran darah sebagai organ transportasi. Darah (plasma dan butir darah) tak berwarna, mengandung zat hemosianin dan berfungsi mengedarkan oksigennya ke seluruh tubuh serta mengangkut sisa pembakaran. Jantung terdiri atas serambi dan bilik yag dilindungi rongga parikardium.

6.      Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri atas tiga buah ganglion utamayakni :
1. Ganglion otak (ganglion cerebral)
2. Ganglion visceral / ganglion organ-organ dalam
3. Ganglion kaki (pedal).

Ketiga ganglion utama ini dihubungkan oleh tali saraf longitudinal.Sedangkan tali saraf longitudinal ini dihubungkan oleh saraf transversal  keseluruh bagian tubuh.Didalam ganglion pedal terdapat statosit (statocyst) yang berfungsi sebagai alat keseimbangan.Sistem saraf dan sensori berupa pasangan saraf ganglion dan serebral, saraf kaki, dan saraf organ dalam tubuh.Saraf dari ganglion berhubungan langsung keseluruh system organ.Sensori terdapat pada kedua mata yang terletak di ujung tentakel panjang. Selainitu, ada sepasang statokis yang terdapat di bawah kaki yang berfungsi untuk keseimbangan dan struktur peraba yang terdapat dalam lapisan epidermis kepaladan kaki.

D.      Habitat Gastropoda

Kelas Gastropoda Habitatnya  di laut, di darat, di tanah-tanah lembab, padang pasir yang kering, biasanya mebuat celah-celah atau lubang. Sebagian kecil hidup parasit terhadap binatang lain. Jika di daratan achatina bernafas dengan paru-paru, sedangkan jika di air achatina sp bernafas dengan insang. Kelas filum mollusca yang terbesar adalah Gastropoda yang memiliki lebih dari 40.000 species yang hidup, sebagian besar gastropoda adalah hewan laut, tetapi banyak juga sepesies air tawar. Bekicot dan Slug telah beradaptasi dengan lingkungan darat. Mollusca termasuk hewan yang sangat berhasil menyesuaikan diri untuk hidup di berbagai tempat dan cuaca. Sebagian mgastropoda yang hidup di daerah hutan-hutan bakau, ada yang hidup di atas tanah yang berlumpur atau tergenang air, ada pula yang menempel pada akar atau batang, dan memanjat, misalnya pada littoria, Cassidula, Cerithiidae dan lain-lainnya. Pada umumnya Gastropoda lambat pergerakannya dan bukan merupakan binatang yang berpindah-pindah. Kebanyakan Cypraea ditemukan dibalik koral atau karang yang telah mati. Conus lebih banyak variasinya, ada yang menempel di atas terumbu karang, di bawah karang, di atas pasir ataupun yang membenamkan dirinya di dalam pasir. Murex ada yang hidup di atas terumbu karang, dibalik karang atau di atas pasir. Beberapa Cypraea, Conus, Muerx ditemukan hidup didasar laut yang dalamnya sampai ratusan meter.
Faktor lingkungan yang mempengaruhi kelangsungan hidup Gastropoda meliputi:
1.      Suhu, merupakan faktor lingkungan yang penting yang dapat menentukan ada tidaknya beberapa jenis hewan. Hewan yang hidup di daerah pasang surut dan sering mengalami kekeringan mempunyai daya tahan yang besar terhadap perubahan suhu.
2.      Salinitas adalah jumlah keseluruhan garam yang terlarut dalam volume air tertentu. Salinitas ini dinyatakan sebagai bagian garam per seribu bagian air (‰). Salinitas rata-rata air laut dalam samudra adalah 35‰. Perubahan salinitas dapat mempengaruhi konsumsi Oksigen.
3.      Adanya substrat yang berbeda-beda yaitu pasir, berbatu dan Lumpur serta berkarang menyebabkan perbedaan fauna dan struktur komunitas dari daerah litoral.
4.      Menurut Shahab (1986) kadar pH di perairan merupakan salah satu parameter lingkungan yang berpengaruh terhadap proses kehidupan dan susunan spesies dalam komunitas organism hidup membutuhkan pH optimum. Menurut Asikin (1982) pH optimum untuk kehidupan organism laut antara 6-8.

Menurut Odum (1972), intesitas cahaya mempengaruhi pola sebaran organisme. Ada sebagian organisme yang menyukai cahaya dengan intesitas cahaya yang besar, namun ada juga organisme yang lebih menyukai cahaya yang redup. Hewan mollusca kelas Gastropoda merupakan hewan yang menyukai cahaya redup, dimana aktifitas hidupnya banyak dilakukan pada malam hari. Menurut Syafei (1990), intesitas cahaya yang optimum untuk organisme laut yaitu 10 Klux.

E.       Peranan Gastropoda

Peranan Gastropoda dalam kehidupan  :
Menguntungkan  :
1.      Sebagai makanan yang mempunyai nilai ekonomi.
2.      Sebagi komponen penting dalam ekosistem, misal sebagai inang perantara dari kehidupan Fasciola hepatica.
3.      Sebagai bahan kolektor yang indah, misal cangkang.


Merugikan  :
Beberapa Gastropoda merusak pada tanaman pertanian, misal bekicot (Achatina fulica), keong, siput.
Manfaat Gastropoda:
1.      Dagingnya baik untuk pengobatan penyakit liver dan Hepatitis B.
2.      Lendir pada bagian dalam cangkangnya dapat digunakan sebagai obat luar untuk luka sayat dan luka robek, juga untuk mempercepat pematangan bisul.
3.      Lendir bekicot sebagai obat dalam (oral) bagi diabetes, gagal ginjal, juga ambeien.

F.       Klasifikasi Gastropoda

Subkelas dari Ordo Gastropoda berdasarkan organ pernafasannya:
Gastropoda yang termasuk dalam sub kelas ini memiliki dua buah insang yang terletak di anterior. Sistem syaraf membentuk angka delapan tentakel berjumlah dua buah, cangkang umumnya tertutup oleh overkulum. Sub kelas ini dibagi lagi kedalam tiga ordo yaitu:
1.    Ordo Archeogastropoda, contoh: Trochus.
2.    OrdoMesogastropoda, contoh: Lambis, Turitella.
3.    Ordo Neogastropoda, contoh: Murek.
Kelompok gastropoda ini memiliki dua insang terletak di posterior, cangkang umumnya tereduksi dan terletak di dalam mantel, jantung satu ruangan dan reproduksi berumah satu. Terbagi kedalam 8 Ordo:
  1. Ordo Cephalaspidea, contohnya: Bulla.
  2. Ordo Anaspidea, contohnya: Aplysia.
  3. OrdoThecosonata, contohnya: Cavolinia.
  4. Ordo Gimnosonata, contohnya: Clione.
  5. Ordo Nataspide, contohnya: Umbraculum.
  6. OrdoAcocchilideacea, contohnya: Hedylopis.
  7. Ordo Sacoglosa, contohnya: Berthelinia.
  8. Ordo Nudibranchia, contohnya: Glossodaris.
Sub kelas Pulmonata bernafas dengan paru-paru, cangkang berbentuk spiral, kepala dilengkapi dengan satu atau dua pasang tentakel, sepasang diantaranya mempunyai mata, rongga mantel terletak di anterior, organ reproduksi hermaprodit atau berumah dua.
Ø   Terbagi kedalam 2 Ordo yaitu:
  1. Ordo Stylomotophora, contohnya: Achantina fulica.
  2. Ordo Basommataphora, contohnya: Physa.

BAB III

PENUTUP


A.      Kesimpulan

Nama Gastropoda berasal dari bahasa Latin gaster yang berarti perut  dan podos yang berarti kaki, jadi, gastropoda berarti kelompok hewan invertebra, bertubuh lunak, yang berjalan dengan perut sebagai alat gerak atau kakinya. Hewan kelas gastropoda umumnya bercangkang tunggal, yang terpilin membentuk spiral, tempat ini adalah pelindung bagi gastropoda. Dia akan menarik diri ke dalam cangkangnya jika merasa terancam. Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek. Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang. Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau. Alat gerak hewan ini adalah otot perut yang berkontraksi secara bergelombang dari depan ke belakang sambil menghasilkan lendir. Alat respirasi Gastropoda berupa insang bagi yang hidup di air dan paru pulmonum bagi yang hidup di darat. Alat pencernaannya terdiri atas mulut dengan lidah perut (radula), gigi rahang, kerongkongan, kelenjar ludah, tembolok, lambunng, kelenjar pencernaan, usus dan anus. Gatropoda ada yang bersifat hermafrodit dengan alat reproduksinya berupa adalah ovotestis yang dapat menghasilkan sperma dan ovum. Walaupun Gastropoda merupaka organisme hemaprodit, agar terjadi reproduksi tetap diperlukan dua individu. System peredaran darahnya terbuka dengan jantung dan saluran darah sebagai organ transportasi. Kelas Gastropoda Habitatnya  di laut, di darat, di tanah-tanah lembab, padang pasir yang kering, biasanya mebuat celah-celah atau lubang. Sebagian kecil hidup parasit terhadap binatang lain.
Sistem saraf terdiri atas tiga buah ganglion utamayakni :
1. Ganglion otak (ganglion cerebral).
2. Ganglion visceral / ganglion organ-organ dalam.
3. Ganglion kaki (pedal).
Peranan Gastropoda dalam kehidupan  :
1.      Sebagai makanan yang mempunyai nilai ekonomi.
2.      Sebagi komponen penting dalam ekosistem, misal sebagai inang perantara dari kehidupan Fasciola hepatica.
3.      Sebagai bahan kolektor yang indah, misal cangkang.
Kelas Gastropoda dibagi dalam tiga ordo yaitu :
1. Prosabranchia.
2. Ophistobranchia.
3. Pulmonata.

 



DAFTAR PUSTAKA


Brotowijoyo. 1996. Dasar-Dasar Zoologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Campbell. 2000. Biologi Edisi ke 5 Jilid 2. Jakarta:Erlangga.
Campbell. 2003. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Kastawi, Yusuf. 2003. Zoologi Avertebrata. Malang: UM Press.
Nurmutiah, Tamara. 2009. Invertebrata. Bandung:Rosda.