Thursday, October 17, 2013

Laporan Praktikum Ekosistem dan Komunitas


       I.            Topik Praktikum

Ekosistem dan Komunitas.

    II.            Tujuan Praktikum

1.      Mahasiswa memahami dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip ekosistem dan komunitas dalam suatu habitat tertentu.
2.      Mahasiswa dapat melakukan pencuplikan dan analisis suatu vegetasi.
3.      Mahasiswa dapat membandingkan nilai penting pada vegetasi yang berbeda.
4.      Melatih keterampilan mahasiswa dalam pengamatan dan determinasi.

 III.            Dasar Teori

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan antara komponen komponen tersebut terjadi pengambilan dan perpindahan energi, daur materi, dan produktivitas (Sativani, 2010).
Satuan makhluk hidup dalam ekosistem dapat berupa individu, populasi, atau komunitas. Individu adalah makhluk tunggal. Contohnya: seekor kelinci,seekor serigala, atau individu yang lainnya. Sejumlah individu sejenis (satu species) pada tempat tertentu akan membentuk Populasi. Contoh : dipadang rumput hidup sekelompok kelinci dan sekelompok srigala. Jumlah anggota populasi dapat mengalami perubahan karena kelahiran, kematian, dan migrasi ( emigrasi dan imigrasi).  Sedangkan komunitas yaitu seluruh populasi makhluk hidup yang hidup di suatu daerah tertentu dan diantara satu sama lain saling berinteraksi. Contoh: di suatu padang rumput terjadi saling interaksi antar populasi rumput, populasi kelinci dan populasi serigala. Setiap individu, populasi dan komunitas menempati tempat hidup tertentu yang disebut habitat (Andri, 2011).
Ekosistem tidak akan tetap selamanya, tetapi selalu mengalami perubahan. Antara faktor biotik dan abiotik selalu mengadakan interaksi, hal inilah yang merupakan salah satu penyebab perubahan. Perubahan suatu ekosistem dapat disebabkan oleh proses alamiah atau karena campur tangan manusia (Andri, 2011).
Ekosistem terdiri dari komponen biotic dan abiotik,
1.      Komponen Biotik
Biotik adalah mahluk hidup. Lingkungan biotic suatu mahluk hidup adalah seluruh mahluk hidup, baik dari spesiesnya sendiri maupun dari spesies berbeda yang hidup di tempat yang sama. Dengan demikian, dalam suatu tempat , setiap mahluk hidup merupakan lingkungan hidup bagi mahluk hidup lain. Komponen-komponen biotic terdiri dari berbagai jenis mikroorganisme, jamur, ganggang, lumut, tumbuhan paku, tumbuhan tingkat tinggi, invertebrate dan vertebrata serta manusia. (Diah Aryulina, 2004:268)
2.      Komponen Abiotik
Abiotik adalah bukan mahluk hidup atau komponen tak hidup. Komponen abiotik merupakan komponen fisik dan kimia tempat hidup mahluk hidup. Contoj komponen abiotik antara lain suhu, cahaya, air, kelembapan,udara, garam-garam mineral, dan tanah. (Diah Aryulina, 2004:268)
a)      Suhu
Suhu atau temperature adalah derajat energy panas. Sumber utama energy panas adalah radiasi matahari. suhu merupakan komponen abiotik di udara , tanah, air. Suhu sangat diperlukan oleh setiap mahluk hidup, berkaitan dengan reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. (Diah Aryulina,2004:268)
b)      Cahaya
Cahaya merupakan salah satu energy yang bersumber dari radiasi matahari. cahaya matahari terdiri dari beberapa macam panjang gelombang. Jenis panjang gelombang, intensitas cahaya, dan lama penyinaran cahaya matahari dengan panjang gelombang tertentu untuk proses fotosintesis. (Diah Aryulina,2004:269)
c)      Air
Air terdiri dari molekul-molekul H2O. Air dapat berbentuk padat, cair dan gas. Di alam, air dapat berbentuk gas berupa uap air. Dalam kehidupan, air sangat diperlukan oleh makhluk hidup karena sebagian besar tubuhnya mengandung air. (Diah Aryulina,2004:269)
d)     Kelembapan
Kelembapan merupakan salah satu komponen abiotik di udara dan tanah. Kelembapan di udara berarti kandungan uap air di udara, sedangkan kelembapan di tanah berarti kandungan air dalam tanah. Kelembapan diperlukan oleh mkhluk hidup agar tubuhnya tidak cepat kering karena penguapan. Kelembapan yang diperlukan setiap makhluk hidup berbeda-beda. (Diah Aryulina,2004:269)
e)      Udara
Udara terdiri dari berbagai macam gas, yaitu nitrogen (78,09%), oksigen (20,93%), karbon dioksida (0,03%) dan gas-gas lainnya. Nitrogen diperklukan makhluk hidup untuk membentuk protein. Oksigen digunakan mahluk hidup untuk bernapas. Karbin dioksida digunakan tumbuhan utnuk fotosintesis. (Diah Aryulina,2004:269)
f)       Garam-garam mineral
Garam-garam mineral antara lain ion-ion nitrogen. Fosfat, sulfur,kalsium dan natrium. Komposisi garam mineral tertentu menentukan sifat tanah dan air. (Diah Aryulina,2004:269)
g)      Tanah
Tanah merupakan hasil pelapukan batuan yang disebabkan oleh iklim atau lumut, dan pembusukan bahan organic. Tanah memilki sifat,tekstur dan kandungan garam mineral tertentu. (DiahAryulina,2004:269)

 IV.            Alat dan Bahan

Alat dan Bahan
Jumlah
Tali Rapia
Secukupnya
Patok Kayu
4
Gunting
1
Toples
1
Kamera
1
Buku Tulis
1
Pulpen
1
Buku Identifikasi
1

    V.            Prosedur Kerja

1.      Menentukan daerah yang akan diamati dan dijadikan lokasi praktikum.
2.      Membuat habitat yang berbeda dalam kelompok besar.
3.      Menentukan  garis transek atau plot minimal, sebaiknya disesuaikan dengan uji pendahuluan sebelumnya.
4.      Menghitung jumlah spesies yang ditemukan, dan catat seluruh penambahan spesiaes baru pada plot yang baru sampai tidak ada lagi penambahan spesies baru.
5.      Memasukkan semua hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.

 VI.            Data Hasil Pengamatan

Plot
Spesies
Jumlah
kering
Semut
9

Lalat
1

Ilalang
10

Rumput teki
32

Rumput aneh
11

Belalang
3
Basah
Capung
2

Ilalang
10

Rumput aneh
25
Lembab
Belalang
2

Semut
4

Rumput ilalang
14

Rumput teki
5

          VII. Pembahasan

            Percobaan pertama dilakukan pada pengambilan plot kering di sekitar lapangan kampus yang berukuran 1×1 meter. Setelah diamati dalam sebuah plot yang telah ditentukan maka didapat jumlah semut sebanyak 9, lalat sebanyak 1 ekor, ilalang berjumlah 10, rumput teki sebanyak 32 buah, rumput A sebanyak 11 buah.  Pada plot basah ditemukan capung sebanyak 2 ekor, ilalang 10 buah, dan rumput A berjumlah 24 buah. Pada plot lembab ditemukan belalang 2, semut 4, rumput ilalang 14, rumput teki 5. Kita tahu bahwa dalam sebuah ekosistem terjadi hubungan timbal balik antara sesama organisme dan dengan lingkungannya. Hal itu dilakukan semata-mata untuk dapat bertahan hidup dengan membutuhan komponen lain untuk memenuhi kebutuhannya. Kelangsungan hidup organisme memerlukan energy. Energi tersebut bisa di transfer melalui rantai makanan. Peristiwa makan dimakan antar organisme dalam suatu ekosistem membentuk struktur trofik. Tingkat trofik pertama adalah kelompok organisme autrotrof. Organisme autotrof adalah organisme yang dapat membuat makanannya sendiri , dalam praktikum kami hanya ditemukan tumbuhan rumput dengan dua jenis rumput yang jumlahnya cukup banyak. Kemudian trofik kedua ditempati oleh organisme heterotrof yaitu organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Dalam percobaan kami hanya ditemukan capung  dan ilalang yang jumlahnya lumayan sedikit. Dalam proses makan dimakan atau rantai makanan produsen dapat membuat makanannya sendiri , sedangkan produsen tersebut dimakan oleh konsumen tingkat pertama sedangkan konsumen tingkat pertama dimakan oleh konsumen tingkat dua begitu seterusnya , dalam praktikum kami rumput menjadi produsen lalu rumput mati dan mongering dan semut sebagai konsumen tingkat pertama dapat memakan daun-daun yang kering tersebut karena terkadang semut juga dapat memakan sisa organik yang telah mongering atau mengais unsur glukosa dalam tumbuhan.
Unsure abiotik sangat berpengaruh bagi organisme atau komponen biotic yang berada di dalam ekosistem tersebut, seperti halnya batu digunakan oleh semut untuk berlindung dari musuhnya dengan kata lain sebagai alat untuk pertahanan diri dari pesaingnya dalam melakukan kompetisi begitu juga dengan plastik, suhu sangat diperlukan oleh makhluk hidup berkaitan dengan enzim yang digunakan dalam reaksi kimia. Kelembapan mengindikasikan adanya uap air dalam suatu ekosistem yang berguna mengurangi terjadinya penguapan yang berlebihan yang dapat membuat tumbuhan kering, sehingga rumput tidak mengalami kekeringan. Kecepatan angin juga berpengaruh pada penyebaran spora bagi tumbuhan spora.  Unsure yang lain seperti tanah tentu sangat berpengaruh bagi makhluk hidup yaitu sebagai tempat berlindungnya semut, sebagai media tanaman agar dapat tumbuh dan menyediakan air dan unsure hara didalamnya.
Piramida makanan tentunya di awali dengan produsen (rumput) yang paling bawah karena produsen ini yang menyediakan makanan untuk para konsumen dan jumlahnya harus banyak karena apabila tidak banyak akan menyebabkan kepunahan makhluk hidup akibat dari persaingan yang semakin ketat. Kemudian disusul oleh semut sebagai konsumen pada ekosistem tersebut, jumlahnya lebih sedikit dari produsen karena apabila lebih banyak maka akan ada semut yang tidak kebagian makanan punah.

Aliran energi tentunya dimulai dari cahaya matahari sebagai penyedia energi terbesar di bumi, lalu oleh rumput digunakan melakukan fotosintesis dan membuat makanan dalam bentuk glukosa, dalam kasus ini energi cahaya matahari diubah menjadi energy kimia, kemudian energi kimia tersebut mengalir pada konsumen dalam jalur rantai makanan, begitu seterusnya.

       VIII. Kesimpulan dan Saran

A.    Kesimpulan
· Ekosistem adalah suatu sistem di alam dimana di dalamnya terjadi hubungan timbal balik antar komponen biotik, komponen biotic dengan komponen abiotik  seperti suhu, kecepatan angin, kelembapan, tanah, air (kondisi lingkungan).
· Ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik.
· Komponen biotic adalah komponen hidup yaitu semua makhluk hidup yang ada dalam ekosistem, seperti semut, belalang, tumbuhan dll.
· Komponen abiotik adalah komponen tak hidup seperti, suhu, kelembapan, cahaya matahari, air, udara dll.
· Tumbuhan memiliki kedudukan sebagai produsen karena dapat membuat makanannya sendiri (autotrof).
· Semut (dalam praktikum kami) atau binatang lain memiliki kedudukan sebagai konsumen.

B.     Saran
Adapun saran dalam praktikum ini, untuk memperoleh data yang lebih lengkap seputar komunitas dan ekosistem dibutuhkan waktu yang lama agar data yang diperoleh akurat.


Daftar pustaka
Ampbell, Neil A. dkk. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. Jakarta.Penerbit Erlangga.

Caudill, Herb.2005.Ekosistem dan Kesejahteraan Manusia:Suatu Kerangka Pikir untuk Penilaian.Jakarta. Millennium Ecosystem Assessment.

Sativani, Risa.2010.Ekologi Populasi. http://oryza-sativa135rsh. blogspot.com/ 2010/01 /ekologi-populasi.html 28 april 2013 pukul 06.37 WIB

Hujjatusnaini, Noor. 2010. Penuntun Praktikum Pengetahuan Lingkungan.